Temu Ramah di Hari Santri Nasional

Mewujudkan MDTA yang Unggul dan Berprestasi


Senin, 23-10-2023


Mewujudkan MDTA yang Unggul dan Berprestasi

PEKANBARUI--Yayasan Baitul Jalal mengadakan pertemuan, Ahad, 22 Oktober 2023. Hadir pengurus dan pembina yayasan, wali santri serta majelis guru di momen Hari Santri Nasional tersebut. 


Temu ramah berlangsung di Masjid Baitul Jalal. Dari yayasan, ada Ketua Divisi Pendidikan Otto Nufiah. 


Otto berkesempatan menyampaikan program pendidikan MDTA Baitul Jalal. Mewujudkan MDTA yang unggul dan berprestasi, anak-anak bisa baca Alquran dengan baik, salat lima waktu, serta memiliki akhlak Islami.


Dia juga mohon dukungan para donatur dan wali murid,  terutama menyangkut kesejahteraan para guru serta sarana dan prasarana pendidikan Baitul Jalal. 


Mengenai kenaikan tarif SPP, Otto Nufiah meminta saran dan arahan kepada wali murid dan pihak yayasan. 


"Untuk SPP, bapak ibu silakan bayar kepada wali kelas atau kepala sekolah. Nanti kepala sekolah yang menyerahkan kepada pihak yayasan," jawab Sekretaris H Yasril.


Lanjut H Yasril, yayasan akan memikirkan kesejahteraan para guru serta kebutuhan sarana dan prasarana kelengkapan pendidikan MDTA Baitul Jalal. 


Kepala sekolah ustad Sumantri Adenin SAg MH berkesempatan memaparkan visi, menjadikan MDTA unggul dan berprestasi dengan misi terwujudnya santri bisa membaca Alquran dengan baik, salat dengan baik dan akhlak yang baik. Anak mampu menghafal hadis dan doa harian untuk pembinaan akhlak. 


Contohnya hadis menjaga kebersihan. Anak-anak bukan hanya sekadar menghafal, akan tetapi menjadi amalan dalam kehidupan sehari-hari. Budaya hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan. 


"Doa-doa harian serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Terpenting anak-anak hafal doa. Doa anak yang saleh merupakan harapan bagi kedua orangtuanya," jelasnya. 


Kemudian, anak-anak mengerti dan memahami dasar Islam yang sesuai dengan kurikulum pembelajaran seperti Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fiqih, Bahasa Arab, Tarikh Islam, dan praktek ibadah lainnya.


Program unggulan yakni, kelas 1 sudah bisa baca Iqra, kelas 2 bisa baca Alquran dengan baik, kelas 3 hafiz Juz Amma, kelas 4 hafiz juz 30. Selanjutnya Mabit (malam bina taqwa) setiap 3 bulan sekali selama 3 hari, mengenal Allah SWT, dibina akhlaknya dengan mendengarkan kisah sirah nabawiyah, menghormati kedua orangtua dan melatih anak-anak terbiasa terpisah dengan orangtua sebagai persiapan sebelum masuk pondok pesantren. 


Kelas 3 dan 4 diadakan salat dhuha hingga ashar berjemaah, sedangkan kelas 1 dan 2 dibimbing cara berwudu dan salat berjemaah dengan suara di jahr-kan sebagai tahapan pendidikan dasar. Didikan Subuh sebulan dua kali.


Kepada wali santri, turut diperkenalkan para guru di antaranya, ustad Farhan Azhari, Hermandi Ritonga, ustazah Riagusriati dan Risma Sulistia Aini. SPd.


Pembina Yayasan Baitul Jalal H Mistam menyampaikan terima kasih kepada kepala MDTA sebelumnya, atas pengabdian selama 13 tahun. "Dengan kepala sekolah baru ustad Sumantri Adenin SAg MH bersama ketua yayasan H Fauzi, insya Allah Baitul Jalal lebih baik ke depannya," singkat Mistam. RR01

Penulis Riau Raya
Editor ADMIN
  • TAG TERKAIT

  • BERITA TERKAIT