Portal Berita Online

MERANTI--Beredar video memilukan di sejumlah platform media sosial, seorang anak membawa jenazah ayahnya menggunakan gerobak yang ditarik pakai sepeda motor. Belakangan diketahui Peristiwa itu terjadi di Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
TribunBengkulu.com, salah satu akun Facebook yang memposting kejadian tersebut. Hal ini pun menuai beragam tanggapan dari warganet.
"Kasihan, tak ada yang peduli. Ke mana perangkat desanya," ujar akun bernama Desrianto.
"Ya Allah, ni namanya udah merdeka kah," sebut akun lain Juwita Lestari.
Akun Tiktok Feedgramindo turut memposting video tersebut. "Allah mudahkan urusanmu mas," doa akun bernama Vinda Govinda.
Jenazah dibawa ke pemakaman sejauh kurang lebih tiga kilometer. Sepeda motor dikendarai Rahmat, teman Yasir. Yasir sendiri adalah anak dari jenazah yang dibawa.
Yasir duduk di gerobak. Memayungi jenazah ayahnya yang terbaring atas kasur.
"Iya, cukup jauh dan cukup sedih atas kejadian itu. Tapi mau bagaimana lagi karena memang saat itu tidak ada kendaraan lain, dan satu-satunya kendaraan yang ada hanya gerobak. Jadi, mau tak mau harus menggunakan gerobak," ungkap pria beruaia 54 tahun itu seperti dilansir dari kompas.com.
Mirisnya lagi, setibanya di pemakaman, kuburan penuh dengan air dan terpaksa dikuras secara manual karena tak ada mesin penyedot.
Diketahui, di daerah ini tanahnya memang banyak mengandung air. Ditambah pula sedang musim hujan.
Saat digali, air akan keluar terus-menerus hingga menyulitkan proses pemakaman. Petugas penggali harus bekerja keras, menggali sambil menguras air.
"Waktu pemakaman orang tua saya, kuburan banyak air. Jadi harus ditimba dulu baru bisa dimasukkan jenazah," ucap Yasir.
Almarhum diketahui bernama Muhazin (83). Meninggal dunia pada Rabu (22/1/2025) lalu.
"Awalnya kami mau pakai ambulans antar jenazah, tapi setelah dihubungi, pihak Puskemas bilang ambulans tidak bisa dioperasikan karena rusak. Kerusakan sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir," tutur Yasir.
Selanjutnya, pihak keluarga mencoba meminta bantuan ke PLN, meminjam kendaraan roda tiga. Namun, kendaraan itu juga dikabarkan sedang rusak dan tidak bisa difungsikan.
"Rusak semuanya. Mau tak mau harus menggunakan gerobak milik saya sendiri ke tempat pemakaman umum, karena memang sudah tidak ada pilihan lain lagi," jelas Yasir.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti Muhammad Fahri SKM menyayangkan dan turut berduka atas kejadian yang menimpa keluarga almarhum. Dia juga mengaku belum menerima laporan dari Puskesmas terkait.
"Setelah kami telusuri, ambulans di Puskesmas Pulau Merbau memang sudah lima kali mengalami kerusakan. Kerusakan terbaru ini disebabkan oleh kondisi jalan yang buruk, dan kali ini perlu penggantian shockbreaker yang harus dipesan dari luar," ungkapnya seperti dikutip dari goriau.com.
Fahri menambahkan, Puskesmas Pulau Merbau beroperasi dengan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang memungkinkan mereka melakukan perbaikan secara mandiri.
"Belum ada laporan masuk ke saya penyebab atas kerusakan ambulans itu. Puskemas itu kan BLUD. Jika pun ada kerusakan, saya rasa mereka bisa mandiri untuk melakukan perbaikan. Tapi yang pasti saya belum tahu persoalannya," lanjutnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar menanggapi singkat persoalan ini. "Nanti kita tindaklanjuti," jawaban singkat Asmar melalui pesan WhatsApp, dikutip dari kompas.com.net